Tampilkan postingan dengan label Anime. Tampilkan semua postingan
Nama Kantai Collection atau biasa disingkat KanColle sudah bukan hal yang asing lagi di telinga para otaku. Sebuah web-game dari Jepang yang sedang naik daun beberapa tahun ini diadaptasikan ke dalam anime yang rilis pada Winter Season tahun 2015.
Sebelumnya anime KanColle sempat digembor-gemborkan untuk rilis pada Fall Season 2014 namun tiba-tiba terjadi pengunduran. Saya kira pengunduran ini merupakan salah satu langkah dari pihak Diomedea dalam pembenahan agar nantinya anime ini layak untuk dinikmati. Namun, sayangnya menurut saya masih banyak minus daripada plus-nya pada anime ini. Kali ini akan saya bahas ulasan tentang anime Kancolle. Buat yang belum nonton simak dulu ulasan ini ya... karena saya tidak bertanggung jawab jika sudah terlanjur download episode 1 - episode 12 namun tiba-tiba drop di pertengahan episode haha..
Review:
- Grafik : 8/10
Diomedea cukup baik dalam menggambarkan character Kantai Collection. Character pada anime dibuat lebih moe daripada versi web-game nya. Banyak juga view indah yang sering ditampilkan terutama saat sunset dan sunrise.
- 3D : 4/10
Saya kurang suka dengan 3D pada saat sedang bertempur. Karena terlihat sangat kaku dan tidak moe. Mungkin kalian bisa tahu maksud saya ini setelah melihatnya sendiri.
- Story : 5/10
Kenapa nilai untuk story sangat rendah? yah.. ini cuma pendapat saya sih, tapi saya kurang srek dengan story yang dibawakan oleh Diomedea. Terlalu banyak episode yang tidak penting alias hanya berisi fan-service saja, seperti episode saat Akatsuki Sisters mengikuti lomba memasak kari atau episode saat beberapa kanmusu bersenang-senang di Pulau Truk. Mungkin maksud Diomedea disini, KanColle adalah sebuah sarana bagi para web-game player yang ingin mengetahui apa sajakah aktifitas yang dilakukan oleh gadis kapal / kanmusu mereka. Saya cukup kecewa karena ekspektasi saya adalah versi anime dari KanColle akan lebih menekankan pada "action" layaknya Arpeggio of Blue Steel.
- Sound & Music : 9/10
Saya cukup suka dengan soundtrack KanColle mulai dari opening, ending, hingga original soundtrack nya. Apalagi opening dan ending nya akhir-akhir ini masih nge-hype.
- Characters : 7/10
Saya lihat pada anime ini pengenalan pada tiap-tiap karakter masih sangat kurang. Mungkin karena terlalu banyak karakter yang disajikan. Hal ini mungkin tidak jadi masalah bagi para penonton yang sudah pernah memainkan game nya, namun bagaimana dengan yang belum pernah memainkan game nya?
- Overall : 7/10
Lumayan lah masih cukup worth untuk ditonton sebagai pengisi waktu luang. Sad feels cuma bakal ditemui satu atau dua kali di anime ini, sisanya adalah gelak tawa dan sedikit unsur ketegangan. Jadi, dalam kasus ini tisu tidak terlalu dibutuhkan.
- Trivia :
KanColle menceritakan tentang kapal perang Jepang dalam Perang Dunia II. Tentu saja jalan cerita di anime mengikuti setiap event sejarah dalam Perang Dunia II terutama JP vs US. Namun pada versi anime ada beberapa perubahan sejarah.
Ada desas-desus kalau anime KanColle akan dibuat sekuelnya yang diperkirakan rilis tahun depan. Mungkin sekuel ini akan memperlihatkan kanmusu yang sebelumnya belum mendapatkan jatah tampil di season 1. Kalau saya sih berharap kapal-kapal Jerman dapat jatah tampil di season 2, karena ada waifu saya Prinz Eugen <3. Kalau waifu-kanmusu kalian apakah sudah dapat jatah tampil di versi anime?
[Review] Kantai Collection: KanColle ~ Anime Winter 2015
Tag :
Anime
Read Post : [Review] Kantai Collection: KanColle ~ Anime Winter 2015April 04, 2015
Author : Unknown
Comments : 5
Tag :
Anime
Read Post : [Review] Kantai Collection: KanColle ~ Anime Winter 2015April 04, 2015
Hai, pasti banyak dari kalian pecinta anime yang sudah menanti-nantikan Summer 2014 Season Anime. Ada banyak sekali anime menarik yang rilis pada musim panas ini. Mulai dari yang bergenre sport, slice of life, romance hingga yang bergenre action, thriller dan gore.
Nah, kali ini saya akan mereview beberapa anime summer yang sudah saya tonton. Review ini saya tulis berdasarkan first impression saya terhadap anime tersebut di episode pertamanya.Yuk langsung disimak..
1. Barakamon
Genre: Comedy, Slice of LifeProducers: VAP, FUNimation Entertainment, Kinema Citrus
Rating: PG-13
Menceritakan seorang seniman kaligrafi terkenal yang tiba-tiba terpuruk gara-gara tidak bisa menahan amarahnya. Seniman itu bernama Seishu Handa. Handa terpaksa harus diasingkan di sebuah pulau dengan sedikit penduduk setelah menghajar seorang direktur pameran kaligrafi yang mengkritik pedas kaligrafinya. Pengasingan itu dimaksudkan agar Handa dapat menenangkan diri dan dapat mengasah kemampuanya di wilayah yang tenang dan damai. Namun sepertinya tidak akan bisa berjalan mulus, setelah munculnya seorang gadis cilik bernama Naru. Naru adalah anak yang lincah dan selalu ingin bergerak, tentu saja itu akan menganggu konsentrasi Handa. Perlahan-lahan Handa mulai beradaptasi dengan lingkungannya yang baru, ditemani dengan Naru dan para warga desa yang suka tolong menolong. Ditambah lagi munculnya karakter-karakter baru yang akan meramaikan kehidupan baru Handa.
Review:
Dari segi grafik sudah lumayan bagus, banyak sekali diselipkan pemandangan indah sebagai alat pencuci mata. Openingnya santai dan easy-listening. Dari segi cerita sudah cukup bagus, banyak sekali unsur komedinya. Anime ini murni diadaptasi dari manganya jadi ceritanya tidak akan beda jauh dari manga.
2. Tokyo Ghoul
Genre: Action, Mystery, Drama, Horror, Supernatural, PsychologicalProducers: Studio Pierrot, FUNimation Entertainment
Rating: R-17+
Kota Tokyo sedang dibanjiri berita tentang ghoul ( Pemakan Manusia ) yang berkeliaran dimana-mana. Pada saat itulah hidup seorang remaja bernama Ken Kaneki. Kaneki adalah seorang mahasiswa yang menjalani kehidupan sehari-harinya secara normal tanpa terganggu dengan adanya ghoul. Hingga pada suatu ketika sebuah kencan dengan seorang wanita yang ia kenal karena kesukaannya membaca novel yang sama harus membuat Kaneki mengakhiri kehidupan normalnya. Kaneki tidak menyadari bahwa wanita yang ia ajak berkencan adalah seorang ghoul. Karena sebuah kecelakaan yang tak terduga, wanita itu tertimpa sebuah pipa bangunan dan tewas di sebelah Kaneki yang sudah hampir tak bernyawa karena telah dilahap oleh wanita itu. Berkat bantuan dokter hidup Kaneki terselamatkan, tapi Kaneki terpaksa harus hidup dengan organ yang dimiliki oleh wanita ghoul yang ia kencani semalam setelah dilakukannya pemindahan organ. Mulai dari sinilah kehidupan normal Kaneki harus berakhir. Ia yang biasanya makan hamburger dan kentang goreng sekarang terpaksa harus menjadi seorang ghoul yang memakan daging manusia. Kaneki tidaklah sendirian, ia ditemani Touka dan ghoul lain yang mau membantu.
Review:
Grafiknya sangat bagus, efeknya pun juga tidak kalah bagus. Gore yang ditampilkan memang tidak terlalu parah, hanya darah dan darah saja. Character development selalu terjadi seiring berjalannya waktu. Sangat tidak direkomendasikan bagi para penonton yang jijik dengan darah dan hal-hal gore lainnya, meskipun ini hanya darah 2D :p.
3. Glasslip
Genre: Slife of LifeProducers: Lantis, P.A. Works, Pony Canyon, Sentai Filmworks
Rating: PG-13
Diceritakan di sebuah kota pelabuhan yang indah, tinggal seorang gadis bernama Touko Fukami. Touko sangatlah mahir dalam membuat kerajinan dari gelas karena ayahnya juga seorang pengrajin. Touko adalah seorang siswi SMA yang sudah menginjak kelas 3. Merupakan masa-masa yang cukup sulit bagi Touko karena tahun depan ia sudah harus berpisah dengan empat sahabatnya, Imi Yukinari, Sachi Nagamiya, Hiro Shirosaki, dan Yanagi Takayama. Touko dan keempat sahabatnya sudah berteman lama, mereka sering nongkrong dan ngobrol di sebuah cafe kecil. Suatu hari, diumumkan bahwa ada seorang siswa pindahan bernama Okikura Kakeru. Ia adalah seorang pria dingin yang tiba-tiba saja mengajak bicara Touko karena beberapa alasan. Okikura sangat tertarik dengan Touko karena ia percaya bahwa mereka berdua dapat melihat masa depan. Touko masih ragu akan hal itu, namun Okikura tetap berusaha untuk mempercayakannya. Okikura adalah orang yang dingin, ia jarang sekali tersenyum di hadapan orang lain. Ia juga jarang sekali berbicara dengan orang yang belum ia kenal. Kehadiran Okikura ini membuat Touko semakin penasaran dan membuat sahabat-sahabat Touko khawatir.
Review:
Yak grafiknya tidak beda jauh dengan anime Nagi no Asukara. Ceritanya.. hmm... ceritanya sungguh netorare (NTR) bagi kalian yang tidak kuat tersakiti cukup menonton sampai episode 1 saja ya :'(. Eit.. tapi bukan berarti karena ceritanya NTR saya tidak merekomendasikan anime ini, saya sangat merekomendasikannya kok. Apalagi yang suka kisah-kisah cinta anak remaja dan nangis-nangis di episode akhir.
[Review] First Impression Anime Summer 2014 (part 1)
Tag :
Anime
Read Post : [Review] First Impression Anime Summer 2014 (part 1)Juli 11, 2014
Author : Unknown
Comments : 6
Tag :
Anime
Read Post : [Review] First Impression Anime Summer 2014 (part 1)Juli 11, 2014




